Minggu, 21 Juni 2009

Fisika Cinta (2): Resonansi Dua Hati

Gelombang merupakan sebentuk getaran yang merambat melalui medium tertentu. Sumber gelombang adalah suatu benda yang bergetar. Contoh gelombang yang setiap saat kita jumpai adalah gelombang bunyi. Dari sumbernya, gelombang bunyi merambat melalui berbagai medium, baik padat, cair, ataupun gas dan udara. Bentuk gelombang lain yang kita temui setiap hari adalah gelombang elektromagnetik. Walaupun kita tidak dapat merasakannya secara langsung sebagaimana gelombang bunyi, kita dapat memanfaatkan “jasa” gelombang elektromagnetik. Sinyal-sinyal dalam sistem komunikasi kita saat ini bekerja dengan gelombang elektromagnetik. Radio, televisi, telepon, hingga internet mengirimkan data maupun pesan yang kita kirim dalam bentuk gelombang elektromagnetik.

Bagaimana pesawat radio dan televisi dapat menerima sinyal yang dikirimkan oleh pemancar? Ada sifat unik yang dimiliki oleh gelombang, yakni resonansi. Resonansi adalah peristiwa ikut bergetarnya suatu benda akibat adanya benda lain yang mempunyai frekuensi alami sama dengan benda tersebut bergetar. Jika terdapat dua buah garpu tala yang mempunyai frekuensi sama, kemudian salah satu digetarkan, maka garpu tala yang lain akan ikut bergetar. Contoh yang lebih sederhana terdapat pada gitar. Saat senar gitar dipetik dan menghasikan getaran, udara dalam ruang resonansinya aan ikut bergetar sehingga menghasilkan suara yang merdu. Prinsip kerja pesawat pemancar dan penerima pada radio dan televisi pun demikian. Saat pemancar dan penerima mempunyai frekuensi yang sama, pesawat penerima dapat menangkap sinyal yang dipancarkan dan mengubahnya jadi sinyal audio dan video. Jadi, saat kita memindahkan saluran pada pesawat TV atau radio, sama artinya dengan mencocokkan frekuensi pesawat TV atau radio dengan frekuensi pemancarnya.

Resonansi gelombang dapat dianalogikan dengan cinta. Getaran cinta yang dihasilkan di dalam hati seorang insan dapat dipancarkan melalui berbagai cara dan medium. Saat getaran cinta muncul, getaran tersebut akan dipancarkan melalui tutur kata dan tingkah laku. Saat itulah gelombang cinta merambat. Perambatan gelombang cinta akan lebih cepat jika terdapat media penghubung yang menghantarkannya, misal HP, surat, e-mail, dan lain-lain.

Jika dua hati mempunyai frekuensi getaran alami cinta yang sama, saat itulah getaran hati seorang insan beresonansi dengan getaran hati orang lain. Akibatnya, timbul perasaan saling tertarik satu sama lain. Jika resonansi pada gitar menghasilkan suara merdu, resonansi dua hati menimbulkan perasaan berbunga-bunga, keindahan imaji, dan hasrat untuk mencintai dan memiliki. Cinta sejati berawal dari frekuensi getaran alami cinta yang sama. Selanjutnya, tinggal mengatur bagaimana agar frekuensi getaran tersebut menjadi halus dan teratur sehingga cinta yang telah bersemi berlangsung abadi.




1 komentar: