Selasa, 02 Juni 2009

Mengembangkan Kepribadian dengan Menulis

Menulis merupakan kegiatan yang setiap hari kita lakukan. Kita telah belajar menulis sejak balita hingga saat ini, entah yang sudah bekerja, masih sekolah, atau yang menjadi mahasiswa. Menulis menjadi kegiatan manusia sejak peradaban manusia memasuki masa sejarah. Bukankah perbedaan zaman sejarah dan pra-sejarah adalah ada atau tidaknya tulisan? Dengan adanya tulisan yang ditinggalkan nenek moyang, kita dapat mengetahui sejarah masa lalu. Kita yang hidup di zaman yang jauh modern dibandingkan saat pertama kali manusia mengenal tulisan tidak dapat berpisah dari kegiatan menulis. Menulis materi pelajaran di sekolah, materi kuliah, membuat laporan, menulis nota, hingga menulis surat-surat perjanjian bisnis.

Saat menulis, otak kita mengingat kembali ilmu, peristiwa, dan pengalaman yang pernah kita baca, lihat, dan alami. Kegiatan menulis mempergunakan kedua belahan otak, yaitu otak kanan dan otak kiri. Otak kiri kita gunakan untuk merangkai kata-kata dan logika penulisan, sedangkan otak kanan kita gunakan untuk berimajinasi tentang apa yang akan kita tulis.

Dengan menulis kita dapat menyebarkan gagasan dan pendapat kita kepada orang lain. Kita juga dapat berbagi ilmu dan pengalaman kita pada para pembaca. Bukan tidak mungkin gagasan yang kita sampaikan dapat berguna untuk menyelesaikan masalah-masalah yang sedang terjadi dalam masyarakat.

Aktivitas menulis sangat membantu mengembangakan daya intelektualitas kita karena sebelum menulis, mau tidak mau kita harus mengkaji masalah yang kita tulis terlebih dahulu. Kita juga harus banyak membaca referensi yang akan kita jadikan acuan tulisan kita. Bahan bacaan bisa dari buku, majalah, koran, buletin, dan internet tentunya. Selain itu, kita juga dapat memperkaya wawasan dengan pengamatan langsung maupun wawancara dengan pihak-pihak yang berkompeten dengan masalah yang akan kita tulis.

Untuk menjadi penulis yang baik, kita harus menjadi pembaca yang baik terlebih dahulu. Dengan membaca tulisan karya penulis handal, kita dapat belajar bagaimana membuat tulisan yang baik, bermutu, dan bermanfaat. Ada banyak bentuk tulisan yang dapat kita tulis, mulai dari buku, artikel opini, feature, esai, sampai fiksi. Tema tulisan pun sangat beragam, mulai dari masalah ekonomi, politik, agama, sosial budaya, sains dan teknologi, hingga agama dan humaniora. Bentuk dan tema tulisan hendaknya sesuai dengan kompetensi yang kita miliki. Apa pun yang kita tulis hendaknya mampu membawa manfaat bagi orang yang membacanya.

Bagaimana cara untuk memulai menulis? Pertanyaan itu merupakan pertanyaan yang hampir selalu dilontarkan oleh penulis pemula. Terdapat banyak buku yang membahas masalah ini. Oleh karena itu, saya tidak akan menuliskannya lagi di sini. Akan tetapi, saya akan berbagi pengalaman saat pertama kali belajar menulis. Setelah berkali-kali mencoba, saya mendapati bahwa cara termudah untuk belajar menulis adalah dengan menuliskan pengalaman yang pernah kita alami. Pengalaman yang dapat kita tulis adalah semua pengalaman yang berkesan dan dapat diambil hikmah dari pengalaman tersebut, terutama oleh pembaca nantinya. Jenis pengalaman yang bisa kita tulis, antara lain pengalaman membahagiakan, menyedihkan, dan yang paling asyik untuk ditulis adalah pengalaman lucu. Bagi yang rajin menulis buku harian (diary), hal ini tentu sudah biasa dilakukan. Akan tetapi, cobalah untuk menulis pengalaman kita dengan bahasa yang baik, pemilihan kata yang indah, dan jalan cerita yang runtut. Dengan terus menuliskan apa yang telah kita alami, pelan tapi pasti kita akan menjadi penulis yang baik. Dengan demikian, kita dapat mencoba untuk menulis bentuk tulisa yang lain, misalnya opini, cerpen, feature, hingga buku.

Tak usah ragu untuk mempublikasikan tulisan kita. Kita dapat mengirimkannya ke koran, majalah, dan tabloid yang saat ini tumbuh bak jamur di musim penghujan. Jangan takut tidak dimuat. Terus dan teruslah berlatih. Insya Allah suatu saat kelak kita dapat menjadi penulis yang tenar. Mau yang pasti terpublikasi? Yap, menulislah di blog. Di sini tulisan kita akan dapat dibaca oleh semua orang dari seluruh penjuru dunia. Selain itu, pembaca juga dapat memberikan kritik, saran, dan komentar sehingga kita dapat terus memperbaiki kualitas tulisan kita.

3 komentar: