Selasa, 21 Juli 2009

Empat Potensi Manusia

Kita semua mengetahui bahwa manusia adalah makhluk Tuhan yang paling sempurna. Manusia sempurna baik dari segi bentuk fisiknya maupun kompleksitas kejiwaannya. Dalam jiwa manusia terdapat akal dan nafsu, yang membedakan antara manusia dengan malaikat dan antara manusia dengan binatang. Malaikat hanya mempunyai akal saja tanpa mempunyai nafsu sedangkan binatang hanya mempunyai nafsu tanpa mempunyai akal. Gabungan akal dan nafsu dalam diri manusia menimbulkan karakter yang sangat beragam, tergantung mana yang lebih kuat antara akal dan nafsu. Manusia bisa lebih mulia daripada malaikat jika mampu menggunakan akalnya dan mengekang nafsunya, tetapi manusia bisa lebih rendah derajatnya daripada binatang jika hanya mengumbar hawa nafsunya dan tanpa menggunakan akalnya.

Sebagai makhluk yang paling sempurna, manusia diberi tanggung jawab besar oleh Allah Sang Maha Pencipta untuk mengelola dunia ini. Untuk itu, manusia diberikan berbagai macam potensi yang dapat digunakannya. Potensi-potensi tersebut antara lain mampu berpikir dan berimajinasi, mempunyai kesadaran diri, memiliki suara hati, dan mempunyai kebebasan untuk memilih dan bertindak. Beberapa potensi di atas dijelaskan sebagai berikut:

Berpikir dan berimajinasi
Perbedaan utama manusia dengan binatang adalah kemampuan manusia untuk berpikir dan berimajinasi. Kemampuan berpikir ini memungkinkan manusia untuk membangun peradaban yang luar biasa kompleks, membuat berbagai macam peralatan canggih, membentuk sistem pemerintahan, menjalin tatanan sosial, dan lain sebagainya. Dengan berpikir manusia membuat kemajuan dari waktu ke waktu. Contoh sederhananya adalah cara manusia membangun tempat tinggal. Pada zaman dahulu, manusia tinggal di goa-goa karena belum mampu membangun rumah sendiri. Pada perkembangan selanjutnya, manusia mulai membangun rumah dari kayu dan dedaunan sebagai atapnya. Inovasi tempat tinggal manusia terus berlanjut. Pada saat ini, manusia mampu membangun tempat tinggal hingga ratusan lantai ke atas dan puluhan meter di bawah tanah. Bandingkanlah perkembangan teknologi tempat tinggal manusia dengan binatang, misalnya burung. Dari zaman nenek moyang hingga sekarang, sarang burung hanya berbentuk itu itu saja. Tak pernah ada sarang burung pencakar langit atau penginapan burung bintang lima.

Kesadaran diri
Manusia adalah makhluk yang secara sadar mampu memahami siapa dirinya. Berbeda dengan binatang, manusia bisa menelusuri darimana asalnya, siapa penciptanya, dan untuk apa ia diciptakan. Manusia juga bisa bercita-cita merancang masa depannya. Setiap manusia mempunyai tujuan hidupnya masing-masing yang melatarbelakanginya untuk berjuang. Tujuan hidup manusia tidak hanya untuk satu atau dua hari, tapi untuk puluhan tahun yang akan datang, bahkan hingga akhirat kelak. Hal itu tidak terjadi pada binatang. Binatang tidak berakal sehingga kebutuhannya sangat sedikit. Asalkan kelangsungan hidupnya serta generasinya tidak terancam, binatang akan tenang-tenang saja.

Suara hati
Kelebihan manusia yang lain terletak pada adanya suara hati. Terdapat dua macam suara hati yang terdapat dalam diri manusia, yaitu suara hati yang mencerahkan (hati nurani) dan suara hati yang menyesatkan. Suara hati yang mencerahkan berasal dari Tuhan yang akan menuntun manusia ke jalur kehidupan yang damai, aman, tenteram, dan penuh dengan spiritualitas. Suara hati yang menyesatkan berasal dari bisikan setan yang senantiasa membujuk manusia untuk berbuat keonaran dan kerusakan di muka bumi. Kita sebagai manusia harus mengikuti suara hati nurani kita karena hati nurani mengajak kita menggunakan akal, sedangkan bisikan setan mengajak kita menggumbar nafsu tanpa mengindahkan norma-norma dan aturan-Nya.

Kebebasan untuk memilih dan bertindak
Keunikan kita sebagai manusia terletak pada kemampuan untuk memilih. Bebas memilih merupakan hak sejati kita sebagai manusia. Kita bebas memilih jalan hidup yang akan kita tempuh, misalnya kita bebas memilih untuk menjadi orang baik atau orang jahat. Selain itu, kita juga bebas untuk mengambil tindakan terhadap stimulus yang datang dari luar diri kita. Kita memiliki pilihan bebas atas setiap tindakan atau respons kita. Pada saat kita sedang mengalami stres berat, reaksi tubuh bergantung pada diri kita sendiri. Kita bisa memilih untuk menyerah pada stresor atau memilih mengalahkannya. Manusia mempunyai ribuan jalan yang bisa dipilih dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Akan tetapi, binatang hanya mempunyai sangat sedikit pilihan, bahkan tidak punya sama sekali. Seekor kambing di kandang hanya dapat menunggu tuannya memberikan makanan. Jika tidak, ia akan mati. Contoh lainnya adalah seekor cheetah di hutan yang harus berburu mangsa untuk mengisi perutnya. Ia tidak bisa membeli makanan di pasar atau jajan di restoran. Oleh karena itu, bersyukurlah kita sebagai manusia karena selalu mempunyai banyak pilihan dalam hidup kita.

Dari uraian di atas kita sebagai manusia seharusnya menyadari bahwa kita mempunyai banyak potensi yang bahkan malaikat pun tidak punya. Tugas kita hanyalah menggunakan potensi yang kita miliki untuk berbuat sesuatu yang dapat membawa kemaslahatan bagi umat manusia dan seluruh alam di sekitar kita serta mensyukurinya dengan senantiasa beribadah kepada-Nya.

1 komentar: